Cara Mencegah Resiko Kematian Akibat Serangan Jantung

bugar kusmia

Serangan jantung sering dianggap menjadi penyebab mati mendadak. Faktanya penelitian Atherosclerosis Risk in Communities (ARIC) menyatakan, hampir 45 % pasien yang meninggal tiba-tiba memang disebabkan serangan jantung. Pasien tua serta muda beresiko sama meninggal mendadak karena serangan jantung.

Cara Mencegah Resiko Kematian Akibat Serangan Jantung

Menurut dokter spesialis dokter spesialis bedah thorax kardiovaskuler dr Maizul Anwar Sp BTKV (K), serangan jantung tidak harus berakhir meninggal mendadak. Sayangnya upaya pencegahan ini sering diremehkan, terutama pada usia produktif yang kesulitan menerapkan pola hidup sehat.

“Kita sering kali meremehkan sensasi tertusuk, tertekan, atau diremas di dada. Padahal, ini adalah gejala adanya sumbatan di jantung. Sensasi ini awalnya memang hilang sendiri namun durasinya makin lama, serta tidak kunjung hilang meski sudah minum obat nitrat,” kata dr Maizul.

bugar kusmia

dr Maizul menjelaskan, sensasi sesak makin lama seiring makin besarnya sumbatan pada pembuluh darah. Penyumbatan adalah plak yang mengakibatkan penebalan pembuluh, sehingga tak punya cukup ruang untuk sirkulasi darah. Plak biasanya terdiri atas kolesterol, zat lemak, kalsium, serta zat dalam darah (fibrin).

Kepada masyarakat yang sering merasakan sensasi sesak di dada, dr Maizul merekomendasikan segera berkonsultasi ke dokter. Sesak yang tidak reda meski sudah istirahat, bisa jadi merupakan tanda-tanda penyakit jantung arteri koroner. Penanganan secepat-cepatnya menurunkan resiko meninggal mendadak, dan meningkatkan peluang sembuh. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah mau membaca artikel kami.
Categories : Bugar

RELATED POST

PAGEVIEWS