6 Tip Sukses Mencapai Tujuan Keuangan Keluarga agar Hidup Mapan

Keuangan selalu menjadi hal penting yang tak bisa diabaikan, terutama untuk kamu yang sudah berkeluarga. Ada banyak kebutuhan yang harus dipenuhi untuk masa kini dan masa depan.


Kamu perlu punya rencana dan tujuan keuangan, serta bagaimana cara mencapainya. Pada akhirnya, akan membawamu hidup mapan dan merdeka secara finansial.

Berikut langkah penting agar tujuan keuangan keluarga dapat terwujud:

Terbuka dalam mengatur keuangan

Kejujuran merupakan kunci sukses mencapai tujuan keuangan keluarga. Kamu dan pasangan harus memahami hal ini dengan baik.

Kamu dan pasangan mesti membiasakan diri terbuka dalam urusan keuangan, bahkan untuk hal-hal kecil sekalipun. Sikap seperti ini akan membangun kepercayaan antara satu dengan yang lainnya.

Biasakan untuk selalu jujur dan transparan dalam membelanjakan dan mencatat keuangan keluarga. Hal ini akan membantu menciptakan komunikasi yang lebih baik, sehingga berbagai rencana dan tujuan keuangan bisa tercapai.

Tetapkan prioritas tujuan keuangan bersama

Perlu juga untuk mendiskusikan tujuan keuangan keluarga. Prioritas mana yang hendak diwujudkan terlebih dahulu. Apakah membeli rumah, membeli kendaraan, biaya pendidikan anak, atau lainnya.

Tujuan keuangan ini harus dikomunikasikan bersama dengan santai, agar dapat menentukan tujuan atau target keuangan dengan tepat. Sebab, salah membuat prioritas tujuan keuangan, bakal bikin kacau semuanya.

Disiplin menyisihkan uang

Tujuan keuangan dapat digapai bila kamu dan pasangan berkomitmen penuh dan disiplin untuk menyisihkan uang setiap bulan. Misalnya dari uang belanja, gaji bulanan kamu dan pasangan, atau penghasilan lain.

Tanpa komitmen dan disiplin, tujuan keuangan yang sudah kamu tetapkan hanya akan menjadi wacana yang tak pernah terealisasi. Contoh ingin mengumpulkan uang DP rumah. Disiplin menyisihkan uang sekitar 10-20% dari gaji. Jika tidak, target dana DP rumah tidak akan tercapai sesuai waktu yang sudah ditentukan.

Menyiapkan dana darurat dalam jumlah memadai


Meraih tujuan keuangan memang penting, tetapi punya dana darurat juga sama krusialnya. Dana darurat sifatnya untuk jaga-jaga jika sewaktu-waktu dalam kondisi gawat.

Idealnya besaran dana darurat sebesar 6-12 kali dari pengeluaran bulanan bagi yang sudah berkeluarga atau memiliki anak. Sisihkan uang sekitar 10% dari gaji untuk dana darurat.

Jika amit-amit ditimpa sakit, kena PHK, kecelakaan, atau kondisi kritis lainnya, kamu dan pasangan tidak menarik dana yang sudah dialokasikan untuk mencapai tujuan keuangan tersebut. Tetapi mengambilnya dari pos dana darurat.

Sebaiknya simpan dana darurat di rekening khusus. Hindari mengutak atik dana darurat untuk kebutuhan sehari-hari, selain dalam situasi mendesak.

Cari penghasilan tambahan

Pertimbangkan untuk mencari penghasilan tambahan untuk tujuan keuanganmu Apapun pekerjaan yang halal dan menghasilkan, lakukan.

Kalau punya keahlian atau keterampilan, kamu dapat menukar atau ‘menjualnya.’ Misalnya jadi freelancer, guru les privat, design grafis, penerjemah, atau lainnya.

Bila gajimu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, penghasilan tambahan ini dapat dialokasikan seluruhnya untuk tujuan keuangan keluarga atau melalui jalan investasi agar memperoleh tingkat pengembalian lebih tinggi dibanding tabungan.

Memiliki asuransi kesehatan, atau asuransi lainnya

Anggaran tujuan keuangan tetap aman apabila kamu dan keluarga memiliki asuransi, seperti asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa. Memang kamu perlu merogoh kocek untuk membayar premi setiap bulan atau setiap tahun.

Namun dengan mendekap asuransi kesehatan, asuransi jiwa, atau mungkin ikut BPJS Kesehatan, kerugian akibat risiko penyakit maupun kematian dapat ditanggung perusahaan asuransi.

Kamu tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk biaya pengobatan atau perawatan di rumah sakit. Dengan begitu, biaya-biaya tersebut tidak akan mengganggu tujuan keuanganmu.

Apa Tujuan Keuangan Keluarga Kamu?

Tidak ada kata terlambat untuk merancang tujuan keuangan. Namun tujuan keuangan yang disusun sejak dini, berpotensi lebih cepat terwujud.

Sebaiknya kamu dan pasangan memiliki tujuan keuangan keluarga yang jelas dan terukur. Agar tujuan dapat benar-benar dicapai, tujuan keuangan keluarga juga harus realistis.

Bila kamu dan pasangan memiliki beberapa tujuan, prioritaskan yang sifatnya paling mendesak atau harus mendapatkan perhatian lebih dulu. Selanjutnya membagi dana yang kalian miliki ke setiap tujuan keuangan.

Tidak lupa untuk selalu mengecek dan mengevaluasi progres yang ada. Apakah rencana yang sudah dilakukan berhasil atau tidak.

Demikianlah pokok bahasan Artikel kali ini yang dapat kami paparkan pada kesempatan kali ini dan semoga bermanfaat.

Categories : Lifestyle Tips

PAGEVIEWS