Ini HP Xiaomi yang Paling Laris, Jadi Brand Nomor 1 di Indonesia

Recommended

Xiaomi dinobatkan menjadi brand smartphone paling laris di Indonesia versi Canalys pada kuartal kedua (Q2) 2021. Bos Xiaomi Indonesia pun mengungkap handphone (HP) mana saja yang paling laku di pasaran.


Dalam laporan Canalys pada paruh kedua 2021, secara mengejutkan Xiaomi bisa mencatat pertumbuhan cukup tinggi dan mampu menggeser Oppo di posisi puncak. Xiaomi pun tercatat menguasai pangsa pasar smartphone di Indonesia sebesar 28 persen dengan annual growth mencapai 112 persen.

Saat berbicara dengan media, Country Director Xiaomi Indonesia, Alvin Tse, menjelaskan lebih detail soal laporan tersebut dan mengungkap produk HP mana saja yang paling laris, sehingga bikin Xiaomi nomor satu di Indonesia.

"Menurut laporan Canalys, kita punya beberapa produk yang paling laris di dalam daftar 10 besar. Xiaomi punya tiga model, Redmi 9A, Redmi 9C, dan Redmi 9T. Dan Poco ada satu model di dalam daftar 10 besar," kata Alvin dalam acara "Coffe with Alvin" pada Senin (16/8).

Lebih lanjut, Alvin tidak mengungkap satu model Poco yang mendorong Xiaomi jadi brand paling laris di Indonesia. Namun, menurut pria lulusan Stanford University ini, sebagai brand baru, Poco masuk dalam daftar Canalys tentu sebagai prestasi yang menarik.

Tantangan Xiaomi pertahankan tahta


Ada pepatah, mempertahankan prestasi akan lebih sulit dibanding merebutnya. Hal ini pun sudah diantisipasi Alvin untuk bisnis Xiaomi di Indonesia ke depannya.

Alvin menyakini dalam kuartal ketiga dan keempat akan menjadi sulit karena dibayangi kelangkaan chipset hingga akhir tahun. Dalam dua periode tersebut, tidak hanya Xiaomi, brand lain pun akan merasa kesulitan untuk menyediakan stok produknya.

"Jadi kemungkinan besar konsumen akan kesulitan untuk membeli beberapa smartphone, bahkan itu laptop dan Smart TV. Kuartal ketiga dan selanjutnya kita harus berpikir cerdas untuk mensiasatinya," kata Alvin.

Soal kelangkaan chipset ini pun sudah terjadi untuk varian produk Xiaomi Redmi Note 10 yang sudah mulai kesulitan pasokan. Alhasil, Alvin mengatakan penjualan Redmi Note 10 Series akan difokuskan pada seri Redmi Note 10 Pro, Redmi Note 10S, dan Redmi Note 10 5G.

Selain itu, menurut Alvin, Xiaomi akan tetap gencar untuk mengubah image tak lagi menjual produk smartphone mid-range dan entry level saja, tetapi juga flagship. Kemudian Xiaomi juga terus menarik masyarakat Indonesia dengan produk-produk IoT (Internet of Things) yang diklaim bikin hidup lebih baik.

Xiaomi juga menjalankan strategi terus membanjiri pasar Indonesia dengan produk-produk smartphone dan IoT yang menarik melalui channel offline. Hingga kuartal II 2021, Xiaomi telah memiliki 300 toko, dan ditargetkan bertambah 200 toko lagi sehingga menjadi 500 toko pada akhir 2021.

“Kami saat ini sudah memiliki 3.000 promotor, dan kami akan terus menambah orang untuk membangun bisnis Xiaomi yang lebih baik lagi,” pungkas Alvin.
Recommended


Categories : Bisnis Tekno
You May Like

YOU MIGHT ALSO LIKE

PAGEVIEWS