5 Kesalahan Pemula saat Baru Memulai Bisnis

Mendalami karir sebagai entrepreneur merupakan sebuah langkah yang sangat berani. Agar tidak menyerah saat baru melangkah, ada beberapa kesalahan yang sebaiknya tidak dilakukan.

Dalam acara Shopeepay Talk yang bertema Pasang Surut Pebisnis Pemula, ada 3 pembicara yang berbagi kisah mereka bergelut di dunia entrepreneur.


Ada yang bahkan bisa gagal hingga 12 kali sebelum akhirnya bisa kuat membentuk produk yang benar-benar sesuai keinginannya.

Setelah merasakan asam garam kehidupan, ketiganya hendak membagikan tips untuk para entrepreneur pemula.

Inilah 5 kesalahan yang biasa dilakukan entrepreneur pemula.

1. Bisnis karena ingin ikut tren

Saat ingin terjun menjadi entrepreneur, pasti mimpi dan rencana kamu berlimpah di kepala. Jangan jadikan ini sumber kelemahan karena banyak yang salah kaprah dengan tujuan utama menjadi entrepreneur.

Ansari Kadir, Co-Founder Sang Pisang dan Founder Ternakopi mengungkapkan betapa pentingnya menciptakan produk dengan matang sebelum terjun ke medan perang.

"Sebelum menciptakan produk, lakukan riset, cari siapa target marketnya, apakah orang butuh produk kita atau tidak," ujarnya dalam acara yang sama.

Jangan mudah terbawa arus karena biasanya model bisnis yang seperti itu akan cepat tergulung keadaan. Seperti yang dialami oleh Anton Hermawan, Owner dari Panama Sandals.

Ia menjalankan bisnis F&B yang awalnya cukup sukses dan punya penghasilan cukup besar, namun karena tidak fokus dan kurang tertarik dengan model bisnisnya, maka ia jatuh bangkrut dan terlilit hutang cukup besar.

"Memang bisnis itu harus ada riset, gak bisa modal ikut-ikutan, apalagi tidak dari hati,"ungkap Anton.

2. Merasa tidak akan gagal

Ketika baru memulai, wajar sekali kamu punya mimpi yang tinggi dan harapan yang selangit. Sayangnya, sikap seperti ini bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri.

Menurut CEO dan Co-Founder Ternak Uang Raymond Chin, banyak orang merasa tidak akan gagal saat menjalani sebuah bisnis.

Padahal, saat memutuskan menjadi seorang entrepreneur, berarti kamu harus kuat hati dan mental untuk menghadapi kegagalan.

"Karena kita bakal nemu kegagalan, maka dari itu risk management itu penting di awal mulai usaha," ujar Raymond.

Saat merasa bisnisnya sudah diujung tanduk, segera bereskan atau mengganti model bisnis lain yang masih relevan dengan yang tengah dijalani.

Untuk bisnis pemula, pasti bertemu dengan kegagalan, maka dari itu harus adaptif dan kreatif. Harus pintar mencari jalan keluar," lanjut Raymond.

3. Perencanaan bisnis yang belum matang

Masih dari Raymond, ia juga berbagi langkah dalam memulai bisnis. Yang pertama dan yang paling penting adalah passion. Hal ini juga diungkapkan oleh Anton dan Ansari.

Menurut Raymond, setidaknya 3 dari 7 startup mati di tengah jalan karena tidak dijalankan dengan passion. Sedangkan menurut Anton, setiap bisnis itu punya nyawa.

"Bisnis itu harus dari hati karena bisnis itu punya nyawa. Kalau tidak ke sana arahnya, bisnisnya tak akan berhasil," ujar Anton.

Setelah menemukan passion, dan temukan rencana yang sederhana.

"Setidaknya ada 3 hal penting yaitu produk, marketing, dan operations," lanjut Raymond.

Ia melanjutkan, dari 21 jalur berjualan secara online, cukup pilih 3 di mana kamu merasa kuat dan berkembanglah di sana. Tak perlu memaksakan diri mengikuti semuanya.

Dengan begitu, perkembangan bisnis kamu bisa terfokus dan terukur dengan baik.

4. Memiliki sistem keuangan yang buruk

Meski bisnis kecil atau bisnis rumahan, penting sekali untuk memiliki laporan keuangan yang baik. Karena ini bisa menentukan berapa besar perkembangan yang akan dilakukan ke bisnis tersebut.

"Kita pernah punya calon investor yang sudah setuju dengan semua tawaran namun akhirnya dia mundur dan tidak jadi memberikan dana karena catatan keuangan kita buruk," ungkap Raymond.

Jangan menganggap enteng laporan keuangan, bagaimana flow pemasukan dan pengeluaran. Karena ini bisa jadi sumber kekacauan di kemudian hari.

Apalagi jika uang hasil penjualan atau hasil bisnis dicampur dengan uang pribadi. Bisa membuat bisnis jadi mandek atau malah berhenti sepenuhnya.

5. Takut merekrut orang baru

Yang terakhir adalah merasa harus melakukan semuanya sendiri. Cara ini memang terlihat hemat dan praktis. Namun nyatanya, cara ini bisa membuat bisnis kamu sulit berkembang.

"Ada kalanya mereka takut hiring, namun ada juga yang melakukan premature hiring," ungkap Raymond.

Menurutnya, jika 70% hari kamu sudah dihabiskan untuk mengurusi bisnis, berarti itu saatnya untuk merekrut orang baru.

"Daripada membalas chat pesanan atau membuat pesanan, lebih baik memikirkan terobosan baru. Kalau kamu punya uang, maka bayar orang karena itu berpengaruh pada perkembangan bisnis," lanjut Raymond.

Waktu yang luang ini nantinya bisa digunakan untuk menambah pengetahuan demi perkembangan bisnis, atau memikirkan terobosan baru untuk pengembangan usaha.

Meski banyak kesalahan dan kekurangan yang akan dialami, namun jangan sampai berhenti di tengah jalan. Memang memulai usaha itu cukup sulit, namun kamu masih bisa mengubah atau mengganti model jenis usaha dengan yang mirip sehingga bisnis bisa terus berlanjut.

Pada akhirnya, akan tersaring dengan alamiah, mana saja yang punya mental bisnis, mana yang tidak.

"Karena mental entrepreneur itu tak semua orang punya," tutup Ansari.

Demikian artikel yang bisa kami paparkan dan semoga bisa bermanfaat.

Categories : Bisnis

PAGEVIEWS